jateng.jpnn.com, SEMARANG - Persidangan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkap fakta baru. Sejumlah calon perangkat desa di Kabupaten Pati mengaku harus berutang, menguras tabungan, hingga menjual harta benda untuk memenuhi permintaan uang sebesar Rp165 juta.
Fakta tersebut terungkap dari keterangan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (5/8).
Salah seorang saksi, Parmin, warga Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, mengatakan dana Rp165 juta yang disiapkannya berasal dari tabungan hasil bekerja di luar negeri serta pinjaman dari anggota keluarganya yang bekerja di Malaysia dan Jepang.
Menurut Parmin, kesempatan mengikuti seleksi perangkat desa dimanfaatkan karena ingin berhenti merantau dan memiliki pekerjaan tetap di kampung halaman.
Saksi lainnya, Suparmin, juga mengaku mengalami kondisi serupa. Dia mengatakan terpaksa menjual perhiasan milik istrinya senilai Rp15 juta, selain meminjam uang dari keluarganya, agar bisa memenuhi kebutuhan dana tersebut.
Di hadapan majelis hakim, Suparmin mengaku sempat tidak percaya dengan besarnya nominal yang harus disiapkan. Namun, dia tetap berusaha mencari uang karena ingin mengabdi di pemerintahan desa.
Dalam persidangan yang sama, Kepala Desa Trikoyo Dasar Wibowo mengaku mengetahui adanya permintaan uang tersebut dari dua kepala desa lain, yakni Sukarjan dan Sumarjiono. Keduanya disebut sebagai orang yang memiliki kedekatan dengan Sudewo.
Dasar kemudian meneruskan informasi tersebut kepada tiga calon perangkat desa di wilayahnya. Meski begitu, dia mengaku juga menyampaikan bahwa besaran uang yang diminta sangat memberatkan.


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517047/original/078921900_1772384976-SaveGram.App_640266969_18393344611150856_335126654579775669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4160723/original/021199100_1663316838-000_APP2002063030425.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558549/original/058895400_1776424157-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_2.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558668/original/014101500_1776444123-20260417BL_Latihan_Barcelona_Legend_Jelang_Laga_Clash_of_Legends_Vs_DRX_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399602/original/022416900_1761981801-Persija_vs_psbs-12.jpg)
.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468954/original/033847700_1768037915-persib.jpg)
