jatim.jpnn.com, SURABAYA - Polisi mengungkap penyebab bayi yang baru dilahirkan oleh mahasiswi ALSU (24) di indekos Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Rabu (5/8/) meninggal dunia.
Hal tersebut diungkapkan Kasubnit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Landep Tri Wulansari dalam unggahan video Kapolrestabes Surabaya. Kombes Luthfie Sulistiawan.
Wulan mengatakan mahasiswi asal Temanggung, Jawa Tengah tersebut hanya berbaring di kamar indekosnya ketika perutnya menunjukkan tanda mau melahirkan.
“Siang itu keluar air ketuban, akhirnya bayi itu keluar dibiarkan di lantai, gagal nafas dan dehidrasi,” kata Wulan dalam video yang diunggah akun Instagram @luthfie.daily dikutip Senin (24/8).
Pemilik indekos yang mendengar suara tangisan bayi tersebut langsung mengecek kondisinya. Akan tetapi, perempuan itu tidak membuka kamarnya meski mendengar panggilan.
“Diketok-ketok dia enggak mau bukain pintu, akhirnya dijebol kamarnya. (Kondisinya) tidak ada karpet, dibelebet pakai sperei menggigil bayinya,” jelasnya.
Wulan mengungkapkan berdasarkan hasil autopsi bayi tersebut meninggal dunia dua jam sebelum sampai di rumah sakit. Sebab, terlalu lama tidak menerima penanganan medis.
Sementara itu, ALSU mengakui menaruh anaknya di lantai tanpa menggunakan alas sesaat setelah melahirkan. Di sisi lain, dia juga sempat menggendong dan memeluknya.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















