jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Tim dokter forensik belum menemukan tanda luka akibat kekerasan benda tajam pada jenazah Sutrimo setelah menjalani pemeriksaan luar dan autopsi.
Namun, hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian kepala rumah tangga (karumga) mantan Jampidsus Febrie Adriansyah itu.
Tim masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof Ahmad Yudianto mengatakan pemeriksaan laboratorium menjadi tahap penting karena kondisi jenazah sudah mengalami proses pembusukan setelah dimakamkan sejak 23 Juli.
“Berdasarkan pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam secara visual, kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka akibat kekerasan benda tajam,” kata Ahmad dalam konferensi pers di Mapolresta Banyumas, Purwokerto, Rabu (12/8) sore.
Meski secara kasatmata tidak ditemukan luka akibat benda tajam, tim tetap mengambil sampel dari berbagai bagian tubuh Sutrimo.
Sampel tersebut antara lain berupa jaringan, organ dalam, hingga swab dari bagian tubuh tertentu.
Pemeriksaan kemudian akan dilakukan melalui sejumlah metode, termasuk histopatologi untuk melihat kondisi jaringan dan toksikologi untuk mendeteksi kemungkinan adanya racun atau zat tertentu.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















