jpnn.com, JAKARTA - Polemik mengenai prosesi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menghadiri kegiatan adat di Lampung mendapat penjelasan dari tokoh adat Lampung Pepadun, Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Drs. H. Mawardi Harirama.
Menurut Mawardi, prosesi tersebut merupakan bagian dari tradisi adat Lampung Pepadun yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki makna filosofis yang mendalam, sehingga tidak dapat dimaknai sebagai tindakan merendahkan atau menistakan hewan.
Dia menjelaskan pada masa lalu kerbau memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Selain, dipelihara sebagai penunjang ekonomi, kerbau juga menjadi simbol kesejahteraan keluarga dan "tabungan" yang digunakan untuk berbagai keperluan adat.
"Kerbau adalah hewan peliharaan masyarakat Lampung pada masa lalu yang menjadi tabungan untuk kegiatan ekonomi maupun pelaksanaan pesta adat," ujar Mawardi.
Dia mengatakan penyembelihan kerbau menjadi lambang tingginya status sosial dalam masyarakat adat Lampung Pepadun.
Oleh karena itu, keluarga yang mampu lazimnya menyembelih kerbau pada berbagai tahapan penting dalam siklus kehidupan.
Prosesi tersebut dilakukan mulai dari selamatan kelahiran anak, perkawinan adat melalui rangkaian Turun Mandi dan Temu Dilunjuk, hingga upacara Cakak Pepadun atau Munggah Bumi.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
