Transmigrasi Bukan Lagi Sekadar Pindah Penduduk, Mentrans: Kini Fokus Ciptakan Kawasan Ekonomi Baru

7 hours ago 4

 Kini Fokus Ciptakan Kawasan Ekonomi Baru

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memimpin Apel Pegawai di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar, Bali, pada Selasa (21/7/2026). Foto: source for jpnn

jpnn.com, DENPASAR - Pemerintah resmi mengubah paradigma program transmigrasi dari sekadar perpindahan penduduk menjadi instrumen pembangunan kawasan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru dan membuka lapangan kerja luas.

Transformasi besar ini ditegaskan oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat memimpin Apel Pegawai di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Denpasar, Bali, pada Selasa (21/7/2026).

Dalam arahannya, Menteri Iftitah meminta jajarannya membuktikan bahwa transmigrasi mampu menghasilkan karya nyata yang produktif.

Ia mendorong pengembangan potensi komoditas unggulan lokal, mulai dari sektor pertanian seperti kopi, kelapa, dan durian, hingga potensi di sektor pertambangan.

"Buktikan bahwa transmigrasi itu berkarya nyata, bukan sekadar memindahkan orang. Libatkan kampus untuk berkolaborasi dan hadirkan investor melalui skema Build, Operate, Transfer (BOT) agar lahan-lahan ini menjadi produktif," ujar Iftitah.

Guna mewujudkan ekosistem tersebut, Kementerian Transmigrasi terus memacu kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan investor.

Melalui riset dan hilirisasi, komoditas di wilayah transmigrasi diharapkan memiliki nilai tambah tinggi untuk mendongkrak pendapatan warga setempat.

Menteri Iftitah menganalogikan strategi baru ini dengan prinsip menciptakan daya tarik wilayah agar masyarakat berpindah secara sukarela karena melihat potensi masa depan yang cerah.

Keberhasilan transmigrasi saat ini tidak lagi diukur dari banyaknya warga yang pindah, melainkan kemampuan kawasan dalam menarik investasi.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |