jpnn.com, JAKARTA - Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM), limbah dapur pun mulai dilirik sebagai salah satu sumber bahan baku energi terbarukan.
Salah satu contohnya datang dari Pizza Hut Indonesia yang mengelola minyak jelantah dari jaringan restorannya menjadi biofuel melalui kerja sama dengan TUKR.
Dari Juni 2024 hingga Juni 2026, sebanyak 90 ton minyak jelantah berhasil dikumpulkan dari sekitar 300 gerai Pizza Hut Delivery (PHD) dan Pizza Hut Ristorante di berbagai kota.
Rata-rata sekitar 3,75 ton minyak jelantah dikumpulkan setiap bulan untuk diolah menjadi biofuel sehingga tidak berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan maupun berpotensi masuk kembali ke rantai konsumsi melalui praktik daur ulang ilegal.
Inisiatif ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa implementasi mandatori biodiesel B40 berhasil menekan impor solar dari sekitar 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton sepanjang 2025.
Kebijakan tersebut juga menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp130,21 triliun dan menurunkan emisi sekitar 38,88 juta ton CO? ekuivalen pada 2025.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi biofuel menunjukkan bahwa limbah dari sektor jasa makanan juga dapat menjadi bagian dari rantai pasok energi terbarukan. Makin banyak minyak jelantah yang dikelola secara benar, kian besar pula manfaat lingkungan dan ekonomi yang dapat dihasilkan.
Selain berpotensi menjadi sumber energi alternatif, minyak jelantah juga menyimpan persoalan lain. Di lapangan, limbah ini masih kerap disalahgunakan dengan diolah kembali menjadi minyak goreng dan beredar di pasar secara ilegal, praktik yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
