jatim.jpnn.com, SURABAYA - Menjelang waktu makan siang, aroma ayam goreng dan sambal terasi memenuhi warung sederhana milik Bu Sri di Surabaya. Sejak pagi seluruh menu sudah tersaji. Namun, hingga jarum jam melewati pukul 12.00 WIB, sebagian besar kursi masih kosong.
"Kalau dulu sebelum jam 12 sudah mulai ramai. Sekarang kadang sampai jam satu siang masih sepi," tutur Bu Sri.
Bagi Bu Sri, perubahan itu mulai terasa dalam beberapa waktu terakhir. Pelanggan tetap datang, tetapi jumlahnya tidak sebanyak dulu.
Fenomena tersebut juga dirasakan banyak pelaku usaha kuliner lainnya. Di tengah masyarakat yang semakin berhati-hati mengatur pengeluaran, konsumen tetap membeli makanan, tetapi kini lebih selektif.
Mereka membandingkan harga, menghitung ongkos kirim, hingga mencari promo sebelum memutuskan membeli. Perubahan perilaku konsumen membuat tantangan pelaku UMKM kuliner tidak lagi sekadar menyajikan makanan yang enak.
Mereka juga harus memastikan usahanya mudah ditemukan calon pelanggan. Sebab, sebagian besar usaha kuliner bergantung pada transaksi harian. Ketika jumlah pembeli menurun, pendapatan ikut berkurang, sementara biaya operasional tetap berjalan.
Bagi Andi, seorang pekerja di Surabaya mencari makanan melalui aplikasi kini menjadi kebiasaan.
"Sekarang sebelum pesan makan saya pasti lihat dulu ongkirnya, ada promo atau tidak, baru memutuskan beli," katanya.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
