jabar.jpnn.com, DEPOK - Pimpinan Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) menyatakan terus mengupayakan penyelesaian status dosen dan tenaga kependidikan (tendik) nonaparatur sipil negara (non-ASN) yang terdampak kebijakan nasional penataan pegawai pemerintah.
Berbagai langkah telah dilakukan selama lebih dari satu tahun terakhir untuk mencari solusi yang dinilai sesuai dengan ketentuan hukum dan kebutuhan tata kelola sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Rektor UPNVJ, Prof. Dr. Anter Venus, mengatakan upaya tersebut telah dimulai sejak pertengahan 2025 seiring pelaksanaan agenda nasional penataan pegawai di instansi pemerintah.
Menurutnya, persoalan serupa juga dihadapi oleh seluruh perguruan tinggi negeri (PTN), kecuali yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).
Ia menjelaskan bahwa UPNVJ mengambil inisiatif untuk lebih dahulu menyelesaikan persoalan tersebut agar tata kelola sumber daya manusia di lingkungan kampus dapat berjalan lebih sistematis, solutif, dan terintegrasi dengan sistem kepegawaian aparatur sipil negara secara menyeluruh.
Penataan pegawai pemerintah merupakan kebijakan yang telah berlangsung sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan kembali dipertegas melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Regulasi tersebut pada prinsipnya mengamanatkan bahwa pegawai pada instansi pemerintah merupakan ASN.
Menurut Anter Venus, pada September 2025 terdapat 334 dosen dan tenaga kependidikan UPNVJ yang masuk dalam proses seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 278 orang mengikuti seleksi dan seluruhnya dinyatakan lulus.
"Saat ini mereka yang telah beralih menjadi ASN-PPPK telah memiliki hak dan kewajiban yang relatif sama dengan ASN-PNS. Langkah ini sangat baik untuk pengelolaan sumber daya manusia UPNVJ ke depan," ujar Anter Venus.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)
