jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengungkapkan bahwa kartu merah yang diterima Adrian Purzycki menjadi faktor utama pengubah jalannya pertandingan saat Laskar Mataram dipaksa menyerah 0-1 dari Persebaya Surabaya pada laga tandang di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam (13/9).
Pelatih asal Belanda itu menilai pertandingan sebenarnya berjalan imbang pada babak pertama.
Namun, situasi mendadak berubah drastis setelah timnya harus bermain dengan 10 orang di awal babak kedua.
"Babak pertama berjalan seimbang dan saya rasa permainan berubah ketika kami mendapat kartu merah setelah menit awal babak kedua," ujar Van Gastel dalam konferensi pers seusai laga.
Kehilangan satu pemain membuat PSIM terpaksa menerapkan strategi bertahan total guna meredam gelombang serangan Persebaya yang banyak mengandalkan umpan-umpan silang ke dalam kotak penalti.
Meski kalah jumlah pemain, Van Gastel mengapresiasi kedisiplinan dan kerja keras anak asuhnya dalam menjaga organisasi pertahanan.
Ketangguhan benteng PSIM membuat juru taktik tersebut memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pergantian pemain di tengah gempuran tuan rumah.
"Sebagian besar pemain masih bugar dan mampu menjalankan strategi yang diterapkan," jelasnya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













