Wacana Layer Baru Cukai Rokok Dinilai Berisiko Perluas Peredaran Rokok Murah

1 hour ago 2

Rabu, 23 September 2026 – 15:00 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok Dinilai Berisiko Perluas Peredaran Rokok Murah - JPNN.com Jabar

Ilustrasi rokok keretek. Foto: humas Bea Cukai

jabar.jpnn.com, DEPOK - Fenomena downtrading, yakni perpindahan konsumen dari rokok dengan harga lebih tinggi ke produk yang lebih murah, menjadi salah satu isu dalam pembahasan kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) di Indonesia.

Sejumlah pihak menilai perubahan struktur tarif cukai perlu memperhitungkan dampaknya terhadap ketersediaan rokok murah dan pola konsumsi masyarakat.

Salah satu wacana yang tengah dikaji pemerintah adalah penambahan lapisan (layer) baru dalam struktur tarif CHT.

Pemerintah sebelumnya menyebut skema tersebut antara lain ditujukan untuk menarik pelaku usaha rokok ilegal masuk ke jalur resmi.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama mengatakan kajian mengenai skema tersebut masih berlangsung dan keputusan akhirnya belum ditetapkan.

Di sisi lain, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti potensi dampak kebijakan tersebut terhadap pola konsumsi rokok.

Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menilai, penambahan layer maupun usulan perubahan batas produksi pada golongan tarif rendah berpotensi memperluas ketersediaan produk rokok murah.

“Rencana kebijakan ini merupakan langkah mundur. Kebijakan ini justru membuat kelompok konsumen rentan seperti anak-anak dan masyarakat ekonomi bawah semakin berisiko terpapar rokok,” ujar Niti.

Wacana penambahan layer cukai rokok disorot YLKI dan Komnas PT. Kebijakan tersebut dinilai perlu memperhitungkan risiko downtrading dan rokok murah

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |