bali.jpnn.com, KLUNGKUNG - Perjalanan lebih dari enam dekade RSUD Klungkung mencatatkan transformasi signifikan dalam sejarah pelayanan kesehatan publik.
Berawal dari barak penampungan darurat korban letusan Gunung Agung pada 1963, fasilitas kesehatan ini kini resmi berkembang menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Kelas B Pendidikan dengan layanan spesialis dan subspesialis lengkap.
Direktur RSUD Klungkung dr. I Nengah Winata, Sp.B (K) BD menjelaskan bahwa evolusi ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pelayanan medis di wilayah Bali Timur.
"Rumah sakit ini diawali dari barak penampungan warga terdampak erupsi Gunung Agung 1963. Seiring waktu, statusnya dikukuhkan menjadi Tipe D pada periode 1986–1988, lalu naik ke Tipe C, hingga menerapkan Pengelolaan Keuangan BLUD secara penuh pada 2012," ujar dr. I Nengah Winata.
Pada 2017, RSUD Klungkung resmi naik kelas menjadi RSU Kelas B, dan kini telah menyandang status RSU Kelas B Pendidikan.
Status tersebut sekaligus memperkuat peran RSUD Klungkung bukan hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga wahana pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan.
Guna menunjang operasional rumah sakit kelas B pendidikan, RSUD Klungkung didukung 1.064 personel lintas disiplin.
Perinciannya 58 dokter spesialis, enam dokter subspesialis, empat dokter dalam pendidikan subspesialis dan enam dokter fellowship.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















