Waspada! Defisit Fiskal 2026 Lebih Dalam di Tengah Ketidakpastian Global

3 weeks ago 11

Waspada! Defisit Fiskal 2026 Lebih Dalam di Tengah Ketidakpastian Global

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ilustrasi paparan data Kemenkeu soal APBN 2026. Foto: Ricardo/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan defisit fiskal menjadi tangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Rully mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam lima bulan pertama 2026 telah mencapai Rp 135 triliun atau setara 0,5 persen terhadap PDB.

“Angka itu jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 21 triliun atau 0,1 persen dari PDB,” ujar Rully  Rully dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas di Jakarta, Selasa.

Menurut Rully, saat ini  dalam kurun waktu lima bulan defisit fiskal Indonesia sudah mencapai 0,5 persen.

“Pasti market juga bertanya apakah Indonesia masih bisa mempertahankan defisit di bawah 3 persen. Nah ini yang mungkin harus masih dipertanyakan ya,” kata dia.

Rully mengakui bahwa tekanan global dan geopolitik berpotensi memengaruhi sentimen investor terhadap pasar negara berkembang dan adanya defisit fiskal membuat negara memerlukan kehati-hatian dalam pengelolaan kebutuhan pembiayaan.

Namun, dia menilai pemerintah perlu melakukan komunikasi lebih intensif soal strategi fiskalnya secara jelas.

“Misal, melalui peningkatan penerimaan negara, pengendalian belanja atau penerbitan utang baru,” jelas Rully.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan defisit fiskal menjadi tangan Indonesia di tengah ketidakpastian ekono

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |