jogja.jpnn.com, SLEMAN - Laga perdana PSS Sleman di BRI Super League 2026/2027 melawan Bali United FC pada Jumat (04/09) di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi momen yang tidak akan dilupakan oleh Moussa Bagayoko.
Debut gelandang bertahan asal Mali itu tidak hanya menandai kiprah perdananya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi momen awal terjalinnya ikatan emosional yang kuat dengan suporter Super Elang Jawa.
Tampil spartan sejak menit awal, Bagayoko langsung mencuri perhatian lewat mobilitas tinggi, duel agresif, dan ketenangannya dalam mengalirkan bola di lini tengah.
Namun, performanya di lapangan seakan mendapat dorongan energi lipat ganda berkat gemuruh chant yang konstan dari tribun penonton.
Meski pernah mencicipi atmosfer kompetisi di berbagai negara, pemain asing PSS Sleman ini mengaku terpukau dengan militansi yang ditunjukkan oleh PSS Fans.
“Atmosfernya luar biasa. Saya sudah bermain di banyak negara, tetapi di sini luar biasa. Saya suka atmosfernya, semua yang ada di sini, dan orang-orangnya. Bagus, sangat bagus,” ujar Bagayoko.
Kekaguman Bagayoko kian membuncah ketika mengetahui fakta bahwa ribuan suporter yang memadati tribun Gianyar tersebut rela menempuh perjalanan hingga ratusan kilometer demi memberikan pengawalan langsung.
Bagi sang gelandang, kehadiran PSS Fans bukan sekadar pemandangan di tribun, melainkan bahan bakar utama permainan tim.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)











