jatim.jpnn.com, SURABAYA - Sejumlah dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya turut menyampaikan penolakan atas dilantiknya Achmad Muzakki sebagai rektor 2026-2030.
Berdasarkan informasi, sebagian dosen sengaja tidak masuk kelas untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswanya, agar turut dalam aksi penolakan itu.
Salah satu dosen UINSA Surabaya mengaku telah meliburkan kelasnya agar mahasiswa bergabung massa aksi. Namun, dia mengingatkan agar tidak merusak fasilitas.
"Saya cuma pesan jangan merusak dan jangan anarkis. Sampaikan aspirasi lewat mimbar bebas," ujar dosen tersebut ketika dikonfirmasi, Kamis (17/9).
Sementara itu, dosen UINSA Surabaya lainnya Dr. Hermanto Jakfar secara terbuka menyampaikan keberatannya atas dilantiknya kembali Muzakki sebagai rektor kembali.
“Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik ini diduga melakukan tindak pidana dari pengaduan masyarakat," ucap Hermanto.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA Ahmad Bajuri turut mendesak Menteri Agama untuk melakukan evaluasi kembali terkait keputusan pengangkatan Muzakki.
“Apabila nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng,” ucap Ahmad.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













