jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta Kemendiktisaintek RI menginisiasi pembentukan konsorsium perguruan tinggi se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Langkah ini dirancang untuk menyatukan kekuatan akademisi, pemerintah daerah, serta dunia usaha dan industri (DUDI) dalam menyelesaikan berbagai persoalan krusial di daerah secara kolaboratif.
Wakil Menteri Diktisaintek Fauzan menilai bahwa pola kerja parsial atau sendiri-sendiri yang selama ini dilakukan oleh perguruan tinggi dinilai kurang efektif dalam menjawab tantangan di masyarakat.
"Pendidikan tinggi adalah entitas masyarakat, bukan berada di Menara Gading. Konsorsium ini kami dorong agar kampus-kampus di DIY berkontribusi nyata menjadi problem solver atas persoalan daerah," ujar Wamen Fauzan seusai membuka Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta, Rabu (9/9).
Melalui konsorsium ini, potensi kepakaran para dosen serta energi mahasiswa akan digerakkan secara terpadu.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran riset dan inovasi kampus untuk membantu pemerintah daerah dalam merumuskan solusi berbasis sains.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif inisiatif pembentukan konsorsium tersebut.
Menurut Sultan, keberadaan wadah sinergis ini akan memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Pemda DIY dan berbagai kampus, baik negeri maupun swasta.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)











