jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan lava pijar 17 kali ke arah barat daya atau Sungai Sat/Putih dan Sungai Krasak pada Minggu (13/9).
Jarak luncur maksimum material vulkanis tersebut mencapai 2.000 meter.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan secara umum aktivitas Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah itu masih cukup tinggi.
Data pemantauan kegempaan menunjukkan suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung.
"Suplai magma yang masih berlanjut ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran (APG) di dalam daerah potensi bahaya. Oleh karena itu, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada level III (Siaga)," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangannya, Senin (14/9).
Berdasarkan laporan harian periode pengamatan 13 September 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, kegempaan didominasi oleh 88 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–41 mm dan durasi 31,51–187,74 detik.
Selain itu, terdeteksi 59 kali gempa Hybrid/Fase Banyak serta 1 kali gempa Tektonik Jauh.
Secara visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, membubung setinggi 25 hingga 200 meter di atas puncak kawah.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













