jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat Gunung Merapi meluncurkan guguran lava sebanyak tujuh kali ke arah barat daya sepanjang Rabu (16/9/2026).
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menyatakan aktivitas guguran tersebut mengarah ke Kali Sat dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.
Berdasarkan laporan periode pengamatan Rabu pukul 00.00–24.00 WIB, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III (Siaga).
"Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya," ujar Agus Budi Santoso dalam keterangan resminya, Kamis (17/9).
Selama 24 jam pengamatan, BPPTKG merekam sejumlah kegempaan yang didominasi oleh gempa guguran dan gempa fase banyak:
- Gempa Guguran: 65 kali (amplitudo 2–43 mm, durasi 45,19–185,39 detik).
- Gempa Hybrid/Fase Banyak: 84 kali (amplitudo 2–41 mm, S-P 0,5–0,7 detik, durasi 8,89–59,67 detik).
- Gempa Tektonik Jauh: 1 kali (amplitudo 4 mm, durasi 67,56 detik).





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













