jogja.jpnn.com, BANTUL - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengungkap hasil uji laboratorium sampel makanan program makan bergizi gratis (MBG) yang bikin siswa empat sekolah dasar di Jetis, Kabupaten Bantul mengalami gangguan kesehatan.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul Samsu Aryanto mengatakan bahwa hasil uji lab ditemukan adanya bakteri Bacillus sp.
Bacillus sp. adalah bakteri batang yang mampu membentuk spora dan banyak ditemukan di tanah, udara, serta lingkungan alami lainnya.
Bakteri jenis ini sering ditemukan di makanan-makanan yang menyebabkan gangguna pencernaan.
Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan SPPG terkait untuk memastikan bahwa MBG dikelola dengan baik dan benar sesuai standar pengelolaan makanan.
“Pengolahannya tidak sesuai standar pengelolaan pangan," kata Samsu, Jumat (18/9).
Menurutnya, makanan dapat terhindar dari bakteri pencemar saat diolah dengan benar.
"Bakteri patogen dapat mengontaminasi makanan mungki karena tingkat kematangan tidak merata atau bisa juga makanan terlalu lama di suhu ruang," ujarnya.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)














