jpnn.com, JAKARTA - Realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau sekitar 63,89 persen dari total pagu Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026.
Laporan realisasi keuangan ini disampaikan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Sudaryono menjelaskan, anggaran MBG yang sedang berjalan merupakan hasil efisiensi. Awalnya, total pagu BGN dianggarkan sebesar Rp 268 triliun.
Namun, setelah melalui proses penajaman belanja, pagu total disesuaikan menjadi Rp 229,75 triliun, di mana alokasi khusus Program Pemenuhan Gizi Nasional mendapat Rp 221,30 triliun dan dukungan manajemen sebesar Rp 8,45 triliun.
Pihak BGN menegaskan akan memaksimalkan sisa anggaran sebesar Rp 79 triliun hingga akhir tahun anggaran dengan tetap menjaga kualitas layanan demi pemenuhan gizi nasional yang optimal.
"Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp 139,77 triliun atau 63,89 persen dari pagu Rp 218,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program makin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga," kata Kepala BGN dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.
Sudaryono menjelaskan anggaran MBG tersebut merupakan bagian dari pagu anggaran BGN Tahun Anggaran 2026 yang telah melalui proses penajaman belanja. Sebelum penajaman, total pagu anggaran BGN sebesar Rp268 triliun, yang terdiri atas Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp 255,83 triliun dan Dukungan Manajemen sebesar Rp 12,17 triliun.
Setelah penajaman belanja, total pagu BGN menjadi Rp 229,75 triliun, dengan alokasi Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp 221,30 triliun dan Dukungan Manajemen sebesar Rp 8,45 triliun.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)














