Iran Desak AS Paksa Israel Setop Agresi & Operasi Militer di Lebanon

2 hours ago 2

Iran Desak AS Paksa Israel Setop Agresi & Operasi Militer di Lebanon

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Bendera Iran. Foto: tehrantimes.com

jpnn.com - TEHERAN - Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Israel segera menetapkan linimasa penarikan mundur tanpa syarat pasukan zionis dari wilayah Lebanon. Kemlu Iran juga mendesak Amerika Serikat memaksa Zionis Israel menghentikan agresi ke semua wilayah di Lebanon.

"Republik Islam Iran, selaras dengan kebijakannya yang berdasarkan pada Piagam PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional, menegaskan pentingnya mempertahankan kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah Lebanon dengan menghormati martabat dan keamanan rakyat Lebanon," kata Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baqaei, Minggu (28/6).

Menurut dia, Iran menilai dasar-dasar tersebut sangat penting demi memastikan keberlanjutan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang dan pendudukan rezim Zionis Israel terhadap Lebanon.

Merujuk pada Memorandum Islamabad, Baqaei menekankan bahwa salah satu tuntutan utama Iran adalah operasi militer rezim Zionis Israel di Lebanon segera dihentikan, di samping juga mengakhiri perang melawan Teheran.

Dia menyatakan bahwa implementasi klausul pertama nota kesepahaman tersebut merupakan syarat mutlak dalam usaha mencapai kesepakatan akhir yang berkelanjutan untuk mewujudkan stabilitas kawasan.

Klausul pertama perjanjian damai tersebut mensyaratkan diakhirinya serangan rezim Zionis terhadap Lebanon dan memastikan penarikan penuh pasukan penjajah zionis dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki.

"Republik Islam Iran menegaskan perlunya mengambil semua langkah bagi Amerika Serikat untuk memaksa rezim zionis mengakhiri semua agresi dan operasi militer terhadap semua daerah di Lebanon," kata Baqaei dengan mengingatkan komitmen AS terhadap klausul pertama kesepakatan damai. (antara/jpnn)

Iran mendesak AS memaksa Zionis Israel setop agresi dan operasi militer di Lebanon.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |