jatim.jpnn.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh saksi untuk diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan.
Pemeriksaan terhadap para saksi dijadwalkan berlangsung di Polresta Malang Kota, Jawa Timur, Selasa (8/9).
"KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi di Polresta Malang Kota," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa (8/9).
Tujuh saksi tersebut berasal dari berbagai latar belakang. Mereka ialah RAH selaku Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Malang, YUD dan SE selaku pejabat pembuat akta tanah (PPAT) di Malang, serta UMW yang berstatus ibu rumah tangga.
Kemudian VET selaku aparatur sipil negara (ASN), AK selaku pegawai badan usaha milik daerah (BUMD), dan pihak swasta berinisial TOK.
KPK telah menyidik dugaan korupsi pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan tahun anggaran 2017–2019 sejak 15 September 2023.
Pada tahap awal penyidikan, KPK telah menetapkan tersangka, tetapi identitas mereka belum diumumkan kepada publik.
Pada 8 Juli 2025, KPK mengungkapkan terdapat empat tersangka dalam perkara tersebut.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










