jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Polresta Banyumas, Jawa Tengah, melakukan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah pelajar berinisial SHAP (14) yang meninggal dunia pada Sabtu (5/9).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban yang diduga berkaitan dengan kekerasan.
Ekshumasi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kembaran, Kabupaten Banyumas, Rabu (9/9).
Kepala Satres PPA-PPO Polresta Banyumas AKBP Sitowati mengatakan proses ekshumasi dilanjutkan dengan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban.
"Ekshumasi dilanjutkan autopsi ini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban yang diduga menjadi korban kekerasan," kata Sitowati.
Berdasarkan pemeriksaan tempat kejadian perkara dan keterangan sejumlah saksi, penyidik menemukan dugaan kekerasan menggunakan bilah kayu atau balok.
Namun, polisi masih mendalami apakah dugaan kekerasan tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban.
"Kami telah menetapkan satu orang sebagai tersangka berdasarkan fakta hasil penyelidikan dan pemeriksaan dengan dukungan sains forensik," ujarnya.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)











