jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, pada Selasa siang (22/9).
Ratusan keluarga, sahabat, dan kerabat berkumpul dengan raut wajah kehilangan untuk mengiringi prosesi pemakaman seniman kawakan sekaligus pendiri Teater Gandrik Susilo Nugroho atau yang lebih akrab disapa Den Baguse Ngarso.
Deretan karangan bunga duka cita memadati area makam berpatok salib bertuliskan “RIP Susilo Nugroho, Lahir 05-01-1959, Wafat 21-09-2026”.
Ungkapan belasungkawa mengalir deras dari pelbagai kalangan, mulai dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Wagub KGPAA Paku Alam X, para putri Keraton Yogyakarta, hingga komunitas seni dan civitas akademika.
Isak tangis tak terbendung saat peti jenazah perlahan diturunkan ke liang lahat.
Sang istri, Awani Pratidina, bersama kedua buah hatinya Tantida Isa dan Deya Lirisa berulang kali menyeka air mata menahan duka mendalam.
Kepergian sosok kepala keluarga ini terasa begitu mendadak tanpa menunjukkan gejala sakit sebelumnya.
Awani mengisahkan kecurigaan berawal saat sang suami tak kunjung terbangun hingga siang hari. Padahal, posisi tidurnya sama sekali tidak berubah sejak subuh.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















