jatim.jpnn.com, SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) menghadirkan Prof Rob JM Groen, MD., Ph.D., guru besar sekaligus pakar bedah saraf dari University of Groningen, Belanda, dalam kuliah tamu bertajuk Current Treatment of Intracranial Aneurysms.
Kegiatan yang digelar di Hall AMEC Lantai 2 FK UNAIR pada Senin (21/9) tersebut membahas perkembangan penanganan aneurisma intrakranial serta tantangan dalam dunia bedah saraf.
Prof Groen yang juga merupakan Adjunct Professor FK UNAIR sejak Februari 2024 mengatakan aneurisma intrakranial merupakan kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan secara tepat.
Aneurisma intrakranial merupakan pelebaran atau penonjolan dinding pembuluh darah di otak. Kondisi tersebut berisiko mengalami pecah dan menyebabkan perdarahan otak yang dapat berakibat fatal.
“Aneurisma intrakranial, yaitu pelebaran atau penonjolan dinding pembuluh darah di otak, memerlukan penanganan presisi dan cepat. Kondisi ini sering kali dijuluki sebagai 'bom waktu' karena risiko pecahnya pembuluh darah dapat berakibat fatal,” ujar Prof Groen.
Dalam paparannya, Prof Groen menyebut sekitar satu dari 50 orang diperkirakan memiliki aneurisma yang belum pecah.
Sementara itu, kasus aneurisma yang pecah diperkirakan berada pada kisaran 8–10 kasus per 100 ribu orang setiap tahun.
Risiko tersebut menjadi perhatian karena perdarahan subarachnoid akibat aneurisma pecah memiliki tingkat fatalitas hingga 50 persen.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















