Pengamat Apresiasi Langkah Kapolri Soal Impor Ilegal

1 hour ago 2

Pengamat Apresiasi Langkah Kapolri Soal Impor Ilegal

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. Foto: ANTARA/Zuhdiar Laeis

jpnn.com, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akar masalah industri tekstil nasional yaitu impor ilegal yang selama ini dibiarkan menggerogoti daya saing produk lokal.

Hal itu disampaikan Kapolri ketika menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (FSP TSK) di Kabupaten Sukabumi, Senin (14/2026).

Kapolri menegaskan pengawasan akan diperketat secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk pelabuhan, pemeriksaan kelengkapan dokumen impor, hingga pemantauan peredaran barang di pasar domestik.

Kapolri mengidentifikasi tiga ancaman utama yang secara bersamaan menekan industri tekstil nasional, yakni peredaran barang impor ilegal secara masif, tekanan ekonomi global yang kian berat, dan lonjakan impor secara umum yang tidak terkendali.

Ketiganya, menurut Sigit, harus ditangani secara simultan melalui pendekatan lintas kementerian dan lintas lembaga.

Direktur Indonesian Public Institute Karyono Wibowo mengapresiasi langkah Kapolri karena dengan itu ada harapan bahwa industri dalam negeri akan bertumbuh dengan optimis, berkat perlindungan dari negara.

"Impor ilegal telah lama menjadi faktor struktural yang secara konsisten menekan pertumbuhan industri dalam negeri. Keterlibatan Polri dalam mengatasi impor ilegal memberikan harapan baru bahwa negara serius memberikan perlindungan nyata kepada industri domestik," ujar mantan aktivis 1998 tersebut kepada media di Jakarta (16/9/2026).

Meski demikian, Karyono menekankan pentingnya pengawasan publik terhadap implementasinya sebagai bagian dari upaya menjaga agar sistem demokrasi berjalan dengan sehat.

Kapolri menegaskan akar masalah industri tekstil nasional yaitu impor ilegal yang selama ini dibiarkan menggerogoti daya saing produk lokal.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |