bali.jpnn.com, SURABAYA - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean Paul van Gastel menilai kartu merah yang diterima Adrian Purzycki menjadi titik balik kekalahan 0-1 timnya dari Persebaya pada laga pekan kedua Super League 2026-2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (13/9) malam.
Menurut Jean Paul van Gastel, Laskar Mataram sebenarnya mampu mengimbangi permainan The Green Force sebelum keputusan wasit mengubah jalannya laga di awal babak kedua.
“Babak pertama berjalan seimbang.
Permainan baru berubah total ketika kami harus mendapat kartu merah di awal babak kedua,” ujar Jean Paul van Gastel dilansir dari Antara.
Juru taktik asal Belanda ini menilai kalah jumlah pemain memaksa PSIM Yogyakarta tampil lebih bertahan.
Meski terus digempur umpan silang Persebaya, instruksi bertahan dijalankan dengan baik oleh para pemain hingga tak terburu-buru melakukan pergantian.
Namun, situasi baru berbalik setelah striker Alex Martins memecah kebuntuan Persebaya pada menit ke-81.
Gol tersebut memaksa Jean Paul van Gastel memasukkan tenaga baru untuk mengejar ketertinggalan.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













