43 Ribu KK Terdampak Bencana Alam di Sumsel, Karhutla Mulai Jadi Ancaman Baru

8 hours ago 3

43 Ribu KK Terdampak Bencana Alam di Sumsel, Karhutla Mulai Jadi Ancaman Baru

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iqbal Alisyahbana. Foto: Cuci Hati/JPNN.com.

jpnn.com, PALEMBANG - Bencana yang melanda Sumatera Selatan sepanjang tujuh bulan pertama 2026 tak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga berdampak langsung terhadap puluhan ribu warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 43.747 kepala keluarga (KK) terdampak rentetan bencana alam yang melanda wilayah tersebut sepanjang periode 1 Januari hingga 30 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iqbal Alisyahbana menerangkan, dampak bencana tersebut tersebar di sejumlah wilayah, banjir dan angin kencang menjadi jenis bencana yang paling dominan.

"Data yang kami himpun menunjukkan bencana hidrometeorologi masih mendominasi di Sumatera Selatan. Karena itu, kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat harus terus ditingkatkan," terang Iqbal, Sabtu (1/8/2026).

Sepanjang periode tersebut, BPBD Sumsel mencatat 101 kejadian bencana. Banjir dan angin kencang masing-masing terjadi 33 kali, disusul tanah longsor 17 kejadian, kebakaran permukiman 12 kejadian, banjir bandang 4 kejadian, serta angin puting beliung dua kejadian.

Dari total dampak yang tercatat, sebanyak 43.770 unit rumah terendam banjir. Selain itu, 125 rumah mengalami rusak berat, 66 rusak sedang, dan 39 rusak ringan.

"Dari sisi kemanusiaan, sebanyak 43.747 kepala keluarga (KK) terdampak langsung, sedangkan 607 KK terpaksa mengungsi. BPBD juga mencatat adanya korban jiwa akibat sejumlah bencana yang terjadi selama periode tersebut," jelas Iqbal.

Dampak bencana juga dirasakan sektor pertanian. BPBD mencatat sedikitnya 4.910 hektare sawah dan 1.395 hektare kebun mengalami kerusakan akibat bencana di berbagai daerah.

43 ribu kepala keluarga (KK) terdampak bencana di Sumsel. Karhutla mulia mengintai di tengah ancaman bencana yang meluas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |