jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Aktivitas vulkanis Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terpantau masih tinggi.
Berdasarkan laporan hasil pengamatan harian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Senin (07/09) periode pukul 00:00 hingga 24:00 WIB, gunung api setinggi 2.968 mdpl tersebut masih mempertahankan status Level III atau Siaga.
Dalam kurun waktu 24 jam pengamatan, aktivitas kegempaan Gunung Merapi didominasi oleh gempa guguran dan gempa fase banyak (hybrid).
Petugas penyusun laporan pengamatan, Tri Mujiyanta, mencatat setidaknya terjadi 97 kali gempa guguran dengan amplitudo berkisar antara 2–55 mm dan durasi 30,11 hingga 186,11 detik.
"Selain gempa guguran, terekam pula 80 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 1 kali gempa Vulkanik Dangkal, serta 2 kali gempa Tektonik Jauh," terang Tri dalam laporan resminya, Selasa (8/9).
Dari segi visual, tubuh Gunung Merapi tampak jelas meski cuaca di sekitar kawasan berganti antara cerah, berawan, hingga mendung.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang, membumbung tinggi hingga 25 meter di atas puncak kawah. Suhu udara di kawasan puncak tercatat berkisar antara 15–23 derajat celsius dengan kelembaban hingga 98,9 persen.
Data pemantauan menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih terus berlangsung.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










