jateng.jpnn.com, SEMARANG - Warga Kota Semarang, Jawa Tengah ramai-ramai mengajukan perubahan desil agar bisa mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang Moh Agus Junaidi mengatakan warga yang mengajukan pembaruan data berharap masuk dalam desil 1 hingga 4 karena kelompok itu menjadi penentu penerima bansos.
“Dengan kondisi yang harus kami survei ulang, mereka merasa, ‘saya ini harusnya layak dapatkan bantuan’. Ya, rata-rata mereka memang penginnya mendapatkan bantuan, desilnya kalau bisa masuk dalam kategori 1 sampai dengan 4,” kata Agus, Rabu (16/9).
Warga yang masuk desil 1 sampai 4 dapat berkaitan dengan sejumlah program bantuan. Mulai BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran), Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT), dan bantuan pangan non-tunai (BPNT). Termasuk pula program permodalan.
“Karena bantuan itu, bisa bersamaan (menerima, red) BPJS Kesehatan, PKH, BLT, bisa BPNT. Kalau itu desilnya masuk 1 sampai dengan 4, bisa permodalan,” ujarnya.
Namun, pengajuan perubahan desil tidak serta-merta membuat data warga berubah. Tiap pengajuan harus melalui proses verifikasi dan validasi (verval) untuk memastikan kondisi sosial ekonomi warga sesuai dengan data yang diajukan.
Pihaknya akan mengecek ulang dengan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari sukarelawan pendamping PKH, pekerja sosial masyarakat (PSM), kelurahan, hingga RT/RW setempat.
“Kami terukur kok, tidak bisa asal mengisi atau merubah. Begitu parameternya masuk, kami setorkan, data itu kami ajukan ke Kemensos, divalidasi BPS pusat, insya-Allah pasti akan sesuai,” kata Agus.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













