jogja.jpnn.com, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggencarkan kembali budidaya tanaman sorgum. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menyediakan bahan pangan pokok alternatif pengganti beras.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan sorgum memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan di wilayahnya.
Pengalaman budidaya sorgum sebenarnya pernah dilakukan pada periode 2013 hingga 2015 dengan produktivitas mencapai 6 hingga 7 ton per hektare di atas lahan seluas 100 hektare, seperti yang terjadi di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan.
Namun, pengembangannya saat itu terhenti karena kendala pemasaran dan harga jual yang tergolong rendah. Kini, Pemkab Bantul optimistis untuk membangkitkan kembali potensi tersebut.
Untuk mengawali momentum pemulihan ini, budidaya sorgum dimulai di Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Imogiri.
Pemkab Bantul menggandeng kelompok tani setempat serta Pondok Pesantren Al Mahali Watu Ageng. Fokus utamanya adalah memanfaatkan lahan-lahan marginal yang selama ini kurang produktif.
"Harapan kami nanti bisa dikembangkan di lahan-lahan marginal karena kami terus terang banyak lahan marginal yang ada di Bantul. Bagaimanapun juga sorgum bisa memenuhi unsur karbohidrat pengganti nasi, dan batang maupun daunnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak," ujar Joko Waluyo, Minggu (2/8).
Sekretaris Kelompok Tani Tamanmojo, Jazimah, mengatakan penanaman awal dilakukan sejak Juli 2026 menggunakan lahan berstatus Sultan Ground (SG).
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547080/original/023840800_1775443474-1000826480.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546952/original/044881700_1775395921-bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470992/original/006839600_1768273022-cremonese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546978/original/025654500_1775399103-WhatsApp_Image_2026-04-05_at_19.51.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5541752/original/079844000_1774890887-20260330IQ_Timnas_Indonesia_vs_Bulgaria-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5542804/original/067279900_1774959975-Elkan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390134/original/058928300_1761231698-teja.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5484120/original/030378900_1769413889-20260126AA_Konferensi_Pers_AFC_Futsal-06.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124725/original/012562100_1738900750-Snapinst.app_469631839_1277354356876290_8996091991068552124_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4846449/original/071327300_1716970316-083A1107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348128/original/056093900_1757768912-Persijap-Fokus-Penuh-Tatap-Laga-Lawan-Arema-FC-1756347109.jpg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557734/original/067491600_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-01.jpg)

