jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didorong ikut dalam program pembudidayaan singkong. Tujuannya nanti untuk mendukung upaya produksi bioetanol.
Harapan itu disampaikan Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) saat bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis (10/9).
Ketua Umum DPN MSI Arifin Lambaga mengatakan langkah budidaya singkong sebagai cara dalam mendukung pemerintah meningkatkan produksi bioetanol sebagai bahan campuran untuk bahan bakar minyak (BBM).
"Kami utarakan kepada Sri Sultan. Kalau bisa ada ketersediaan lahan di DIY, mari kembangkan budidaya singkong untuk menyuplai produksi bioetanol di Indonesia," katanya.
Menurutnya, kebutuhan akan bioetanol saat ini cukup tinggi. Arifin menyebut Indonesia membutuhkan sekitar 3 juta kiloliter bioetanol per tahun.
"Kami juga merasa budidaya singkong di DIY pasti mendapat dukungan dari Sri Sultan karena kalau masalah pertanian Ngarsa Dalem selalu antusias," ujarnya.
Kendati demikian, pihaknya diminta Sri Sultan untuk berperan mengubah pola pikir masyarakat dari petani agraris menjadi petani yang mampu menyediakan bahan baku industri.
Menurut dia, upaya ini menjadi tantangan karena pemerintah telah menetapkan target E10 di 2027 dan menjadi E20 di tahun 2028. (mcr25/jpnn)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













