jpnn.com, JAKARTA - PSIM Yogyakarta masih menyimpan sejumlah pekerjaan rumah setelah melewati pertandingan perdana Super League 2026/27.
Bek anyar Laskar Mataram, Ondrej Rudzan, mengungkap sejumlah persoalan yang harus segera diperbaiki sebelum tim kembali bertanding.
PSIM menghadapi Persita Tangerang pada Sabtu (5/9) dalam laga yang sekaligus menjadi debut Ondrej di kompetisi Indonesia.
Meski mendapat dukungan besar dari suporter, hasil pertandingan tersebut belum sepenuhnya memuaskan pemain asal Republik Ceko tersebut. Laga berakhir imbang 1-1.
Ondrej melihat ada beberapa aspek permainan PSIM yang membutuhkan pembenahan serius. Salah satu yang paling menonjol adalah kemampuan tim dalam menjaga penguasaan bola.
Dia PSIM masih terlalu sering kehilangan bola dengan mudah. Situasi tersebut membuat lawan memiliki kesempatan untuk menekan dan memanfaatkan kesalahan Laskar Mataram.
"Ini adalah kesalahan kami, tetapi kami harus memperbaikinya karena permainan tim kami belum cukup baik. Lawan menunggu kesalahan kami dan kami terlalu mudah kehilangan bola," ujar Ondrej.
Bagi Ondrej, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. PSIM harus meningkatkan kualitas kombinasi permainan sekaligus lebih pintar dalam mengatur tempo pertandingan.








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













