Kasus Siswa SMP Meninggal di Lumajang Terungkap, Polisi Bantah Ada Bullying

3 weeks ago 28

Sabtu, 04 Juli 2026 – 08:43 WIB

Kasus Siswa SMP Meninggal di Lumajang Terungkap, Polisi Bantah Ada Bullying - JPNN.com Jatim

Ilustrasi penganiayaan. Ilustrator: Ardissa Barack/JPNN.com

jatim.jpnn.com, LUMAJANG - Polres Lumajang memastikan kematian siswa SMP berinisial IL (16) bukan disebabkan aksi perundungan (bullying), melainkan murni kasus kekerasan terhadap anak.

Polisi menyebut pelaku berinisial DF (16) menganiaya korban karena diliputi rasa jengkel, bukan karena adanya praktik bullying yang berlangsung berulang.

"Tidak ada unsur perundungan dari hasil penyelidikan, jadi murni motif pelaku berinisial DF (16) jengkel kepada korban hingga berujung pada tindak kekerasan," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Lumajang Ipda Rahmat Budy Prasetyo, Jumat (3/7).

Rahmat menjelaskan rasa kesal pelaku telah berlangsung selama tiga hari sebelum akhirnya memuncak pada Senin (18/5).

Saat itu, DF memanggil korban untuk membicarakan persoalan yang membuatnya marah. Namun, pertemuan tersebut berakhir dengan aksi pemukulan.

"Pelaku memanggil korban dan menyampaikan kejengkelan itu, kemudian pelaku melampiaskannya dengan cara memukul korban," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sempat dimarahi kepala sekolah akibat perbuatan korban. Hal itulah yang diduga menjadi pemicu kemarahannya.

Polisi menegaskan peristiwa tersebut tidak memenuhi unsur bullying karena tidak terjadi secara berulang, melainkan dipicu konflik yang berujung pada penganiayaan. DF telah ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani proses hukum di Mapolres Lumajang.

Polres Lumajang memastikan kematian siswa SMP berinisial IL bukan akibat bullying. Polisi mengungkap motif pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |