Kepala BRIN: Setelah B50, Indonesia Perlu Siapkan Bioetanol E20

1 month ago 35

Senin, 06 Juli 2026 – 15:33 WIB

 Setelah B50, Indonesia Perlu Siapkan Bioetanol E20 - JPNN.com Jatim

Kepala BRIN Arif Satria (kanan). Foto: Arry Saputra/JPNN

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arief Satria mendukung rencana penerapan bahan bakar biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi di Indonesia.

Menurut Arief, penggunaan biodiesel B50 merupakan langkah strategis untuk membangun sistem energi yang lebih bersih sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

"Saya kira ini merupakan ikhtiar kita untuk membangun kekuatan transisi energi yang baik," kata Arief.

Dia menilai pengembangan energi terbarukan tidak berhenti pada B50. Indonesia juga perlu mulai mempersiapkan pengembangan bahan bakar berbasis etanol, seperti E20.

"Ke depan kita juga harus mulai masuk ke E20 yang berbasis etanol," ujarnya.

Arief menjelaskan pengembangan biodiesel maupun bioetanol bertujuan menciptakan energi hijau (green energy) yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghasilkan proses produksi yang lebih bersih (clean production) sekaligus merespons tantangan perubahan iklim.

"Yang kita cari adalah bagaimana menciptakan green energy. Perubahan iklim harus direspons dengan kemampuan kita menghasilkan produk-produk yang bersih. Ini bagian dari clean production, energi bersih," tuturnya.

Kepala BRIN Arief Satria menilai Indonesia perlu menyiapkan pengembangan bioetanol E20 setelah implementasi B50 guna mempercepat transisi menuju energi hijau.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |