jpnn.com, JAKARTA - Penyanyi Yura Yunita baru saja merilis sebuah lagu yang berjudul Pertiwi.
Ditulis oleh Donne Maula dengan notasi dari Yura, lagu itu lebur menjadi milik siapa saja yang pernah kehilangan keberanian bersuara.
Lewat sentuhan Iwan Popo sebagai produser musik, aransemen Pertiwi hadir megah, tanpa berusaha pamer. Keseluruhan aransemen membiarkan perasaan tumbuh pelan-pelan hingga dada terasa penuh. Suara Yura terdengar seperti seseorang yang tengah menjaga diri tetap tegak, mengumpulkan sisa keberanian untuk berseru lebih keras.
Menariknya, lagu Pertiwi seolah tidak ingin memiliki satu tafsir. Seseorang mungkin teringat pada keadaan sekitarnya.
Di masa ketika semua hal ingin segera dijelaskan, Pertiwi lebih baik dibiarkan sedikit liar dan bertemu sendiri dengan pengalaman hidup pendengarnya.
Satu hal yang terasa jelas, lagu baru Yura itu berbicara tentang keberanian dari seseorang yang tangannya masih gemetar, suara masih bergetar, namun kali ini memilih tetap bicara. Sebab kebenaran tidak selalu keluar dari suara paling lantang. Kadang lahir dari ketakutan yang memutuskan untuk tidak mundur lagi.
Rasa dari lagu Pertiwi juga diterjemahkan secara utuh melalui visual. Demi mewujudkan hal tersebut, Yura tidak melangkah sendirian.
Perempuan berusia 35 tahun itu menggandeng Bersama Kathleen Malay di kursi sutradara dan Siko Setyanto sebagai koreografer.











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)










