bali.jpnn.com, LOMBOK UTARA - Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi komoditas unggulan yang dapat dikembangkan melalui pelindungan Kekayaan Intelektual.
Salah satunya kelapa yang memiliki areal perkebunan mencapai sekitar 11.500 hektare dan tersebar di berbagai wilayah.
Komoditas unggulan itu pun mulai dipetakan potensinya sebagai Indikasi Geografis.
Upaya tersebut dilakukan Kanwil Kemenkum NTB dengan melakukan koordinasi dan kunjungan ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Lombok Utara, Kamis (10/9) kemarin.
Kegiatan diikuti Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum NTB Anna Ernita bersama Tim Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual.
Anna Ernita menyatakan koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap komoditas yang memiliki karakteristik, kualitas, reputasi, maupun keterkaitan dengan faktor geografis tertentu.
“Lombok Utara memiliki areal kelapa yang cukup luas.
Oleh karena itu, perlu dipetakan lebih dalam, bukan hanya dari sisi jumlah produksi, tetapi juga karakteristik, sentra produksi, kelompok penghasil, hingga produk turunannya.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















