Mahasiswa Indonesia Menyayangkan Taman di Brisbane Dijadikan Stadion Olimpiade 2032

3 weeks ago 13

Mahasiswa Indonesia Menyayangkan Taman di Brisbane Dijadikan Stadion Olimpiade 2032

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Yesika Maya Ocktarani menganggap Victoria Park sebagai tempat untuk "healing." (ABC News: Tri Ardhya)

Sejumlah mahasiswa internasional merasa khawatir jika rasa kesepian dan terisolasi mereka akan semakin parah, karena penutupan Victoria Park untuk pembangunan stadion Olimpiade baru Brisbane.

Mahasiswa asal Indonesia mengatakan taman tersebut menjadi sebuah ruang ketika mereka merasa kesepian, sekaligus tempat yang aman untuk bertemu komunitas Indonesia saat sedang rindu kampung halaman.

"Tidak ada bandingannya," kata mahasiswa PhD asal Indonesia, Yesika Maya Ocktarani.

"Menurut saya, tempat itu adalah tempat yang baik bagi kami untuk benar-benar memulihkan diri."

Akses publik ke sebagian besar area taman yang berada di sisi utara pusat kota Brisbane (CBD) sudah ditutup sejak Mei, ketika pembangunan stadion senilai AU$3,6 miliar atau sekitar Rp 44 triliun dimulai.

Perbedaan pendapat terjadi di antara masyarakat Brisbane soal lokasi stadion berkapasitas 63.000 kursi, yang akan jadi tuan rumah Olimpiade Brisbane 2032 mendatang.

Kelompok masyarakat adat Aborigin mengatakan lokasi tersebut memiliki makna budaya yang mendalam.

Yesika, mahasiswa Queensland University of Technology, yang tinggal di dekat taman rutin mengunjungi Victoria Park, baik untuk relaksasi pribadi maupun kegiatan komunitas.

Sejumlah mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, mengatakan penutupan taman untuk pembangunan Stadion Brisbane untuk Olimpiade 2032 membuat mereka kehilangan tempat untuk berkumpul, serta mengurangi rasa kesepian dan keterasingan

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |