jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya meminta polisi dan TNI keluar dari area kampus, saat menggelar aksi tolak Akhmad Muzakki jadi rektor, Kamis (17/9).
Diketahui, mahasiswa menggelar telah menggelar aksi demonstrasi di gedung rektorat kampus Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, sejak Rabu (16/9).
Mereka kembali mendatangi lokasi tersebut untuk terus menyampaikan penolakannya atas dilantiknya Muzakki menjadi Rektor UINSA Surabaya pada periode 2026-2030.
Mahasiswa membakar ban di sejumlah titik kampus tersebut, dengan titik aksi di depan gedung rektorat. Di sisi lain, petugas keamanan dan aparat kepolisian melakukan penjagaan.
Namun, mahasiswa sempat beberapa kali meneriakkan permintaan agar aparat kepolisian dan personel TNI segera meninggalkan area kampus, karena bukan areanya.
“Keluar, kalian tidak berhak masuk di ranah sipil," kata sejumlah mahasiswa ketika meminta agar polisi dan TNI keluar dari Kampus UINSA Surabaya.
Massa aksi juga meminta agar jajaran pimpinan kampus segera keluar untuk menemui mahasiswa. Mereka merasa tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya.
Sementara itu, Humas UINSA Surabaya Nurhayati mengungkapkan kehadiran aparat kepolisian dan TNI tersebut untuk melakukan pengawalan berjalannya demonstrasi.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













