bali.jpnn.com, DENPASAR - Momen mencekam menimpa empat orang di Perairan Benoa, Denpasar, Bali.
Jukung yang mereka tumpangi mendadak mati mesin akibat kehabisan bahan bakar minyak (BBM) hingga terombang-ambing di tengah laut, Senin (14/9) sore.
Khawatir tersapu arus liar dan makin jauh terseret ke tengah samudra, para korban langsung menghubungi tim SAR untuk meminta bantuan evakuasi.
Laporan darurat diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas Bali) Denpasar pada pukul 15.50 WITA dari salah seorang korban bernama Aca.
Selain Aca, tiga penumpang lain yang berada di atas jukung sewaan tersebut teridentifikasi berinisial Zwa, 30; Ketut, 28, dan Dedek, 35.
"Laporannya kami terima pukul 15.50 WITA dari salah seorang korban atas nama Aca.
Aca mengatakan jukung yang mereka sewa mengalami mati mesin akibat kehabisan BBM dan berada di tengah laut," ujar Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor
Pencarian dan Pertolongan Denpasar Wayan Juni Antara, Senin (14/9).
Merespons laporan tersebut, Basarnas Bali langsung menerjunkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 bersama tiga personel penyelamat dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.10 WITA.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













