jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta menetapkan status Awas peringatan dini kekeringan meteorologis di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Dasarian I September 2026.
BMKG mengimbau seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, untuk bersiap menghadapi krisis air bersih dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Mamenun mengatakan fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) saat ini berada dalam kondisi sangat kuat.
"Indeks ENSO dalam kondisi sangat kuat. Kondisi tersebut berpeluang terjadi hingga awal tahun 2027," katanya.
Berdasarkan pengamatan dinamika atmosfer dan laut terkini, BMKG memetakan sejumlah faktor utama yang memperparah kondisi kemarau di Indonesia bagian selatan ekuator.
Pergerakan angin dari arah timur menandakan aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.
Pada saat yang sama, fenomena Madden Julian Oscillation diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia sehingga menekan potensi pembentukan awan hujan.
Selain itu, indikator Dipole Mode Index yang saat ini netral berpotensi bergeser menjadi positif hingga akhir tahun, sementara anomali suhu muka laut di perairan selatan DIY berada pada kisaran netral hingga hangat antara 26 hingga 28 derajat Celcius.


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















