jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Kekalahan yang dialami oleh PSIM Yogyakarta saat melakoni laga tandang di markas Persebaya Surabaya pada Minggu malam (13/9), tidak lantas membuat Laskar Mataram bergegas pulang ke Jogja.
Anak asuh Jean-Paul van Gastel memilih untuk langsung menetap di Surabaya sebagai langkah strategis menjelang laga tandang berikutnya melawan Madura United pada Jumat (18/9).
Keputusan tersebut diambil atas kesepakatan bersama antara manajemen dan tim pelatih guna menjaga kondisi fisik serta efisiensi perjalanan para pemain.
Manajer PSIM Yogyakarta Iksan Mahar mengatakan keputusan bertahan di Jawa Timur bertujuan mengantisipasi risiko kelelahan akibat mobilitas antarkota dalam kurun waktu yang singkat.
“Manajemen dan tim pelatih telah sepakat untuk menetap di Surabaya demi mencegah kelelahan pemain akibat perjalanan. Setelah menjalani pertandingan yang ketat melawan Persebaya, para pemain sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup,” ujar Iksan.
Ia menekankan bahwa jadwal yang padat berpotensi mempengaruhi kondisi kebugaran pemain.
“Jika tim dipaksakan kembali ke Yogyakarta terlebih dahulu, beban fisik akan bertambah dan berisiko menurunkan performa,” ujarnya.
Selain alasan kebugaran, faktor geografis dan efisiensi waktu juga menjadi pertimbangan utama.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













