UPN Veteran Jatim Latih Petani Bawang Merah Kurangi Biaya Produksi dengan Green Farming

6 days ago 1

Jumat, 31 Juli 2026 – 16:10 WIB

UPN Veteran Jatim Latih Petani Bawang Merah Kurangi Biaya Produksi dengan Green Farming - JPNN.com Jatim

UPN Veteran Jawa Timur melatih petani bawang merah di Probolinggo menerapkan Integrated Green Farming System (IGFS) untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, dan mendukung pertanian berkelanjutan. Foto: Source for JPNN

jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UPN Veteran Jawa Timur melatih petani bawang merah di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo pada Rabu (22/7). Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Gapoktan Karya Bhakti mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan itu bertujuan menerapkan Integrated Green Farming System (IGFS) sebagai upaya mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan itu merupakan bagian dari program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2026.

Desa Sumbersuko sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo, dengan sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

Materi mengenai Integrated Green Farming System (IGFS) disampaikan anggota Tim PKM UPN Veteran Jatim, Rika Mifkhuljannah, sedangkan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati dipandu dosen Agroteknologi UPN Veteran Jatim Khanza Amara.

IGFS merupakan pendekatan pertanian terpadu yang mengintegrasikan berbagai komponen usaha tani secara ramah lingkungan. Melalui konsep ini, limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya yang mendukung proses produksi sehingga penggunaan input menjadi lebih efisien.

Pendekatan tersebut dikembangkan berdasarkan konsep Integrated Farming System (IFS) yang dipromosikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO).

Selain mengenalkan konsep pertanian terpadu, peserta juga dilatih membuat pupuk organik dan pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati dinilai mampu menjaga kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.

Tim PKM UPN Veteran Jatim melatih petani Desa Sumbersuko Integrated Green Farming System untuk mendukung agroekosistem dan wisata edukasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |