Wamen Stella Yakin AI Tak akan Menggantikan Manusia yang Mampu Berpikir Kritis

6 days ago 22

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie bersama penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam Tanoto Scholars Gathering 2026 di Riau Kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau. Foto dokumentasi TF

jpnn.com, JAKARTA - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari. Berbagai pertanyaan, tugas, hingga persoalan rumit kini dapat dijawab dalam hitungan detik. Di balik segala kemudahannya, ketergantungan berlebihan terhadap AI dinilai berpotensi melemahkan kemampuan manusia untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stella Christie, mengingatkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi tetap mampu menilai kebenaran dan kualitas setiap jawaban yang dihasilkan AI.

Pesan tersebut disampaikan Wamen Stella di hadapan 240 penerima beasiswa Tanoto Foundation dalam Tanoto Scholars Gathering 2026 di Riau Kompleks PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau, Kamis, 23 Juli 2026.

“Secanggih-canggihnya AI, kalau kalian bisa menentukan apakah luaran dari AI itu benar atau tidak, akurat atau tidak, bagus atau tidak, kalian tidak akan tergantikan,” ujar Wamen Stella dalam paparannya dikutip Jumat (31/7).

Menurutnya, generasi muda tetap harus menjalani proses belajar dan menguasai bidang yang ditekuni. Seluruh pekerjaan tidak boleh begitu saja diserahkan kepada AI, sebab kemampuan membedakan informasi yang akurat, keliru, baik, atau buruk hanya dapat dibentuk melalui latihan berpikir.

Dalam paparannya, Stella mengajak para peserta melihat perkembangan AI melalui fenomena gelembung ekonomi yang pernah terjadi dalam sejarah.

Pada abad ke-17, masyarakat Belanda dan sejumlah negara Eropa beramai-ramai berinvestasi pada bunga tulip karena harganya terus melonjak. Demam tersebut kemudian berakhir ketika harga tulip jatuh dalam waktu singkat, melahirkan fenomena yang dikenal sebagai Dutch Tulip Bubble.

Peristiwa serupa muncul pada awal perkembangan internet. Perusahaan dan investor berlomba menanamkan modal pada bisnis berbasis situs web, nilainya melambung, tetapi kemudian runtuh dalam fenomena dot-com bubble.

Wamen Stella Christie yakin AI tak akan menggantikan manusia yang mampu berpikir kritis

Read Entire Article
Kabar berita |