jatim.jpnn.com, SURABAYA - Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya beralasan penyegelan kampus tersebut untuk menekan Rektor Achmad Muzakki turun dari jabatannya.
Koordinator lapangan Koko Prakoso mengatakan penyegelan tersebut sebagai peringatan, sebab mereka tak kunjung mendapat respons setelah menggelar aksi selama tiga hari.
“Pintu masuk depan kami segel, ini sudah ancaman keras. Karena sudah dua hari, ini yang hari ketiga, tidak ditemui sama sekali oleh Rektor Prof. Muzakki,” kata Koko di lokasi, Senin (21/9).
Namun, Koko menyebut perkuliahan mahasiswa masih berlangsung normal di Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya. Karena, civitas academica bisa melewati pintu lainnya.
“Memang masih ada perkuliahan, itu ada satu pintu masuk kecil gang dosen, bisa masuk lewat sana. Karena tanggung jawab kami sebagai mahasiswa adalah berkuliah, berkuliah seperti biasa,” ujarnya.
Koko mengungkapkan ada sekitar 300 mahasiswa dari berbagai fakultas yang ikut turun dalam aksi. Dia berjanji demonstrasi tersebut tetap berjalan kondusif hingga Muzakki turun.
“Ada beberapa dosen yang memilih untuk online karena mungkin takut mahasiswanya kenapa-kenapa, tetapi kami usahakan kondusif dan tidak ada hal-hal buruk terjadi,” jelasnya.
Diketahui, mahasiswa UINSA membawa delapan poin tuntutan untuk petinggi kampus, selama aksi yang digelar sejak Rabu (16/9) lalu.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















