jatim.jpnn.com, BATU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak dan Kawinajang terus meluas. Perum Perhutani memperkirakan area terdampak kebakaran di dua kawasan tersebut mencapai sekitar 700 hektare (ha).
Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Malang Kelik Djatmiko mengatakan titik kebakaran berada di lereng sebelah barat Gunung Butak dan lereng sisi timur Gunung Kawinajang.
“Gunung Butak dan Kawinajang itu letaknya bersebelahan, keduanya merupakan lokasi yang terbakar dan hitungan sementara ini total luas (terdampak kebakaran), mulai Sabtu (12/9), Minggu (13/9), sampai hari ini kurang lebih 700-an hektare,” kata Kelik saat dihubungi dari Kota Malang, Senin (14/9).
Luas area terdampak tersebut meningkat dibandingkan data Jumat (11/9) yang masih berada di kisaran 470 hektare. Kelik menyebut angin kencang menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman. Kondisi tersebut juga memengaruhi pelaksanaan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing.
“Titik api ada di lereng Gunung Butak mengarah ke selatan sampai sabana sudah terbakar, kemudian Gunung Bundar terbakar. Kemudian yang arah Kawinajang titik api satunya juga mengarah ke wilayah perbatasan Kabupaten Blitar,” ujarnya.
Pada Senin, pelaksanaan water bombing hanya dapat dilakukan sebanyak tiga kali.
Menurut Kelik, faktor cuaca dan medan juga membuat penanganan dari darat oleh tim gabungan belum dapat berjalan maksimal. Kondisi di sekitar titik api dinilai cukup berisiko terhadap keselamatan petugas pemadam.
Untuk sementara, tim melakukan pemantauan perkembangan api di sejumlah lokasi serta membuat sekat bakar pada area yang masih memungkinkan dijangkau petugas. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api merambat ke kawasan lainnya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













