Serdik Sespimmen Polri Dorong Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat di Kotawaringin Timur

2 hours ago 2

Serdik Sespimmen Polri Dorong Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat di Kotawaringin Timur

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Salah satu Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Angkatan 67 Poklat-XI bernama Kompol Riyan Fajri menyampaikan terkait mitigasi karhutla dalam forum FGD. Foto:Source for JPNN.

jpnn.com - Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Serdik Sespimmen) Polri Angkatan 67 Poklat-XI mendorong penguatan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berbasis masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Mitigasi dan Penanganan Karhutla Berbasis Masyarakat, pada Kamis (10/9).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis studi kasus dengan menggali secara langsung persoalan dan tantangan penanganan Karhutla di lapangan.

FGD melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, perusahaan, relawan hingga pemangku kepentingan lainnya.

Kapolres Kotawaringin Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra mengatakan diskusi tersebut mengungkap sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam penanganan Karhutla.

“Di lapangan terdapat sejumlah tantangan, mulai dari luasnya wilayah yang harus diawasi, keterbatasan personel dan armada, sulitnya sumber air di beberapa wilayah, keterbatasan peralatan relawan, hingga karakteristik lahan gambut,” ujar Kadek.

Kasi Humas Polres Kotawaringin Timur Iptu Edy Walujo menjelaskan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu persoalan tersendiri karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan kembali muncul meski proses pemadaman telah dilakukan.

“Penanganan Karhutla dinilai tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Diperlukan perubahan paradigma dengan membangun sistem yang mengintegrasikan pencegahan, deteksi dini, respons cepat, penegakan hukum hingga pemulihan,” jelas Edy.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Strategi Mitigasi dan Penanganan Karhutla Berbasis Masyarakat, pada Kamis (10/

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |