Banyak Dampak Positif Jika Biogas Dikembangkan di Berbagai Pelosok Desa

1 hour ago 2

Banyak Dampak Positif Jika Biogas Dikembangkan di Berbagai Pelosok Desa

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Dokumentasi Pembuatan Sumur Biogas di Desa Labuhan Ratu VII - Lampung Timur. Foto: dok sumber

jpnn.com, JAKARTA - Researcher dari Su-re.co (PT Sustainability and Resilience), Fabian Peri Wiropranoto mengatakan pengembangan biogas akan memberikan manfaat luas dan menciptakan nilai tambah secara lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Menurutnya, pemanfaatan biogas mampu menghasilkan energi bersih, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal termasuk sektor agrowisata.

“Kenapa kita memilih biogas untuk pengembangan energi terbarukan di pedesaan? Karena biogas memiliki banyak manfaat mulai dari kesehatan hingga ekonomi sirkular. Biogas itu mengonversi limbah organik menjadi energi yang bernilai tambah,” ujarnya dalam Pentahelix Dialogue: Mainstreaming Renewable Energy. 

Fabian menjelaskan, pemanfaatan energi yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik tersebut dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan.

Berdasarkan kajian su-re.co di tiga wilayah yakni Bajawa, Sumba, dan Bali, masyarakat di desa masih bergantung pada kayu bakar sebagai sumber energi utama untuk memasak.

Kondisi tersebut memberikan dampak negatif seperti beban waktu untuk mencari kayu bakar serta risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. su-re.co mencatat sebanyak 98% rumah tangga di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap dari aktivitas memasak dengan menggunakan kayu bakar.

“Di pedesaan masih jarang ditemukan energi bersih sehingga menimbulkan banyak masalah terkait kesehatan hingga emisi. Padahal di pedesaan banyak sekali bahan baku biogas berupa limbah pertanian dan peternakan,” katanya.

Dalam konteks makro dia meyakini pemanfaatan biogas akan membantu Indonesia dalam mencapai target bauran energi baru terbarukan pada 2026 ini yang sebesar 17-21% dari total bauran energi nasional.

Indonesia diharapkan terus mengembangkan pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) guna mempercepat transisi energi nasional.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |