jpnn.com, JAKARTA - Antusiasime dan animo luar biasa ditunjukkan oleh puluhan anak pesisir di kampung nelayan, Cilincing Jakarta Utara saat mengikuti kegiatan nonton bareng Film Laskar Pelangi yang kemudian ditutup dengan mambangun serta mengisi pohon harapan pada minggu sore.
Kegiatan edukatif yang digagas oleh Generasi Emas Institute bekerja sama dengan Komunitas Nelayan Cilincing ini bertujuan mendorong anak-anak nelayan disana untuk bukan sekadar berani bermimpi, namun juga menempatkan mimpi serta cita-cita mereka setinggi langit terlepas dari segala keterbatasan yang dialami.
Menurut Founder Generasi Emas Institute Pangeran Mangkubumi, visi besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 haruslah ditopang dan diperjuangkan secara kolektif oleh setiap elemen bangsa yang memiliki kemauan serta kesadaran tentang pentingnya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing.
Bagi Pangeran, kegiatan nonton bareng Film Laskar Pelangi ini merupakan upaya dan langkah kecil yang coba ditempuh oleh Generasi Emas Institute untuk menanamkan semangat meraih cita-cita ditengah keterbatasan.
Tidak hanya itu, anak-anak nelayan disana pun diajak untuk berani bermimpi sekaligus memvisualisasikan dan mengimajinasikan cita cita mereka dengan mengisi pohon harapan.
“Generasi Emas Institute ingin memastikan bahwa anak-anak pesisir yang hidupnya penuh dengan keterbatasan juga punya hak dan kesempatan yang sama untuk sukses. Mereka tidak boleh dianggap warga kelas dua (2). Kami ingin mereka punya kepercayaan diri dan optimisme meraih mimpi. Dengan begitu harapan mewujudkan Indonesia Emas 2045 semakin terbuka lebar” ujar Pangeran
Sementara itu, menurut Wahyu selaku Wakil Ketua Komunitas Nelayan Cilincing, kegiatan edukatif yang diadakan oleh Generasi Emas Institute ini menjadi kebutuhan anak-anak pesisir di sana yang memang membutuhkan stimulus untuk pengembangan diri mereka.
“Kami sangat mengapresiasi temen-temen Generasi Emas Institute, karena anak-anak disini masih minim buat dapet stimulus kegiatan yang bisa membuat mereka lebih berkembang dan punya mindset yang luas. Sedihnya anak-anak disini kebanyakan juga udah gamau ngelanjutin buat jadi nelayan ” kata Wahyu








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)













