jatim.jpnn.com, GRESIK - Prosesi pemakaman Abdul Ghoni, pemuda asal Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik berlangsung penuh duka dan dramatis pada Senin (7/9).
Proses pemakaman almarhum yang memiliki berat badan sekitar 200 kilogram itu membutuhkan penanganan khusus. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) hingga alat berat berupa crane dikerahkan untuk membantu proses pemindahan jenazah.
Keluarga sempat mengalami kesulitan ketika hendak membawa jenazah dari rumah duka menuju lokasi pemakaman. Bobot tubuh almarhum membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan menggunakan cara konvensional.
Warga Desa Bedanten kemudian bergotong royong bersama petugas gabungan untuk memastikan seluruh rangkaian penghormatan terakhir tetap berjalan.
Mulai dari proses pemandian jenazah, salat jenazah, hingga pemakaman dilakukan dengan bantuan warga dan petugas. Damkar Gresik turut diterjunkan untuk membantu proses pemindahan jenazah.
Satu unit crane milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik dikerahkan ke lokasi. Selain itu, tiga unit kendaraan operasional juga disiagakan.
"Mengerahkan satu unit crane milik DPUTR, serta menyiagakan tiga unit mobil operasional lainnya," kata Perwira Piket Damkar Gresik Farhan Dzulkifli, Rabu (9/9).
Proses pemakaman berlangsung cukup lama, yakni sekitar lima jam. Rangkaian prosesi dimulai pukul 09.27 WIB dan baru rampung sekitar pukul 14.30 WIB.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336719/original/051438800_1788172676-HRCrz20bcAAiPa6.jpg)















