Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung, Dapur SPPG Pakisrejo Belum Kantongi SLHS

2 days ago 17

Selasa, 04 Agustus 2026 – 15:03 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung, Dapur SPPG Pakisrejo Belum Kantongi SLHS - JPNN.com Jatim

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung melakukan pemeriksaan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Senin (3/8/2026). Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari penelusuran dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk evaluasi aspek higiene dan sanitasi dapur penyedia makanan. (Destyan Sujarwoko)

jatim.jpnn.com, SURABAYA - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih mendalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rejotangan. Penelusuran juga dilakukan terhadap aspek higiene dan sanitasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo yang menjadi penyedia makanan dalam program tersebut.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung dr. Aris Setiawan mengatakan sebanyak 103 penerima manfaat mengalami gejala mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi menu MBG pada akhir Juli 2026.

"Sebagian menjalani perawatan di puskesmas, klinik, maupun dokter praktik, sedangkan satu orang sempat menjalani perawatan inap karena kondisinya lebih berat," kata Aris, Senin (3/8).

Dalam proses penelusuran, Dinkes Tulungagung menemukan dapur SPPG Pakisrejo belum mengantongi Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dengan demikian, dapur tersebut belum menjalani pemeriksaan sebagai salah satu syarat penerbitan dokumen tersebut.

Menurut Aris, proses penerbitan SLHS diawali dengan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL). Pemeriksaan tersebut meliputi kualitas air, higiene penjamah makanan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta berbagai aspek sanitasi lainnya.

"Sesuai data kami, belum ada pemeriksaan karena memang belum mengajukan proses penerbitan SLHS," ujarnya.

Dari hasil pemantauan, petugas juga menemukan sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki. Adapun di antaranya sistem penyimpanan bahan pangan, pengelolaan limbah makanan, hingga sarana IPAL.

Aris menambahkan dapur SPPG Pakisrejo sebelumnya sempat menghentikan operasional sementara atas arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian tersebut dilakukan untuk melengkapi sejumlah persyaratan sarana dan prasarana serta memperbaiki alur operasional sebelum dapur kembali beroperasi.

Sebanyak 103 penerima MBG di Rejotangan, Tulungagung, diduga keracunan. Dinkes menemukan dapur SPPG Pakisrejo belum mengantongi SLHS.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Read Entire Article
Kabar berita |